Mahasiswa mulai rasakan dampak lonjakan harga sembako.

Diposkan oleh sendokgarpu
Kamis, 13 Januari 2011

Sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di kota Yogyakarta mulai merasakan dampak dari melonjaknya harga sembako belakangan ini. Akibatnya, para mahasiswa kerap memprotes beberapa penjual makanan karena harga dan porsi makanan dikurangi.



Hal ini terlihat di salah satu warung penyetan yang berada di Jl.Babarsari, Catur Tunggal, Sleman, Yogyakarta. Dede (25), salah satu pembeli yang mengeluhkan hal tersebut terlihat mengembalikan makanan yang sudah dia pesan .

“Masa harganya naik dan porsinya juga dikurangin, klo kaya gini kan saya sebgai pembeli juga sedikit kecewa”, ungkap Dede kepada Sendok Garpu, Senin malam (10/01/2010).

Dede juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya juga tahu terkait melonjaknya harga sembako yang terjadi belakangan ini.

“Saya juga tahu mas kalo harga cabe dan sembako lainnya mengalami peningkatan, tetapi ga begini caranya demi mengantisipasi hal tersebut”, katanya.

Di sisi lain Mehdi (30) selaku penjual penyetan mengungkapkan bahwa hal ini terpaksa dilakukan demi memperoleh keuntungan seperti biasa.

“Ya mau gimana lagi, semua harga sembako naik, dari mulai cabe hingga beras, ya terpaksa saya sedikit menaikkan harga”, ujar Mehdi.

Sebagai salah satu penjual, Mehdi juga mengharapkan bagi semua pembeli untuk memaklumi kondisi seperti ini.

“Sebenarnya saya juga mengharapkan semua pembeli untuk maklum, soalnya ya seperti inilah pedagang, yang juga butuh untung demi menghidupi keluarganya”, imbuhnya.

Dari hasil pemantauan Sendok Garpu di beberapa pasar tradisional, cabe menjadi salah satu barang dagangan yang mengalami lonjakan harga lebih dari seratus persen. Dari yang semula 45.000/kg sekarang menjadi 100.000/kg.

Stright (Ilyas Istianur / 153070209)

Poskan Komentar

Blogger Template New Plus Blue

Designed by : Edo Pranata XML Coded by : Edo Pranata